informasi, teknologi, pendidikan, tips, trik

Minggu, 20 Desember 2020

“ Terapkan Budaya Positif 5 S dalam Lingkungan Sekolah dan Masyarakat”

 PGP- 1- BONE- FITRIANI – 1.4 – Aksi Nyata

Artikel Refleksi

Latar Belakang

Arus Perkembangan zaman tak terbendung, adab sopan santun yang menjadi ciri khas budaya Indonesia sudah mulai tergerus seiring dengan perkembangan teknologi informasi.  Interaksi dunia maya menjadi mimbar anak-anak saat ini. Anak-anak tak lagi hormat dengan orangtua dan guru, sikap hormat dan peduli terhadap guru semakin tergerus. Sebagai contoh, Seorang Guru berjalan kaki menuju sekolah yang jaraknya kurang lebih 300 meter, pada saat yang sama seorang murid melintas mengendarai motor, jangankan mampir untuk menawarkan tumpangan, mengucapkan sepakatah kata pun tidak. Padahal dulu orang tua kita mengajarkan bagaimana bersikap hormat pada Guru, menyapanya, mengucapkan salam. Ini salah satu tanda bahwa adab murid terhadap guru sudah mulai tergerus. Lain waktu, di tengah masyarakat, adab anak terhadap orangtua pun sudah mulai tergerus. Dibutuhkan pembiasaan untuk melatih murid bersikap sopan dan santun pada semua orang yang berinteraksi dengan mereka. Pun kebiasaan mengucapkan salam, menyapa, dan senyum harus dibiasakan supaya menjadi budaya positif.

Hasil Aksi Nyata

Pembiasaan senyum, salam, sapa, sopan dan santun diawali dengan menyampaikan kepada Kepala Sekolah terkait program dan juga kepada rekan guru untuk bisa mengimplementasikan program ini. Tidak begitu sulit menerapkan salam dan sapa karena sudah biasa diterapkan di lingkup sekolah, hanya saja belum konsisten dan belum menjadi kebiasaan, karena hanya beberapa murid yang sering menerapkannya. Pada Aksi nyata ini kami berkolaborasi dengan semua warga sekolah untuk konsisten menerapkannya. Saya pun menyampaikan kepada murid untuk menerapkan budaya 5 S ini baik dalam lingkungan sekolah, maupun dalam lingkungan masyarakat. Dalam lingkup sekolah, budaya salam, sapa, senyum dimulai saat masuk di gerbang sekolah, murid menyapa guru dan memberi salam. Dalam pengamatan saya selama kurang lebih sepekan, budaya ini sudah mulai tumbuh, kesopanan dalam bertutur pada guru baik dalam kelas maupun di luar kelas juga sudah mulai diterapkan. Dalam lingkungan masyarakat, saya mengajak murid untuk menerapkan budaya 5 S ini dan meminta mereka menuliskan peristiwa yang menunjukkan penerapan budaya 5 S tersebut. Dan sudah terlihat murid mulai menerapkannya, meskipun belum sepenuhnya konsisten. 

Pembelajaran yang didapatkan

Setelah melihat hasil diary murid dan pengamatan di sekolah, terlihat bahwa dengan program ini murid akan terbiasa mengucapkan salam, menyapa dengan santun kepada setiap orang yang ditemuinya. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan-kebiasaan positif memang harus dilatih dan terus ditumbuhkembangkan supaya menjadi budaya yang nantinya akan membentuk karakter dari anak didik kita. Untuk melakukan perubahan, dibutuhkan konsistensi dan tahapan serta controlling yang baik. 

Rencana Perbaikan

Untuk perbaikan kedepan, dibutuhkan kerjasama tim yang solid antara semua guru, terutama wali kelas dan orangtua murid, agar penulisan peristiwa benar-benar terkontrol dengan baik, sehingga murid merasa bahwa ini adalah tantangan yang harus mereka kerjakan untuk terus menumbuhkembangkan budaya positif tersebut.  

Dokumentasi

Berikut ini dokumentasi hasil pelaksanaan budaya 5 S

1. Penerapan 5S di Sekolah



2. Dokumentasi catatan peristiwa penerapan 5S di Masyarakat







Sabtu, 19 Desember 2020

“BERBAGI PRAKTIK BAIK DALAM MELAKUKAN REFLEKSI PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN PRAKTIK PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN ”

 PGP- 1- BONE- FITRIANI – 1.2 – Aksi Nyata

Artikel Refleksi

“BERBAGI PRAKTIK BAIK DALAM MELAKUKAN REFLEKSI PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN PRAKTIK PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN ”

Latar Belakang

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru penggerak pada kategori pengembangan profesi berkelanjutan adalah perannya dalam melakukan pengembangan diri dan orang lain. Dalam mengembangkan diri orang lain. Dia harus membagi praktik baik kepada sesama rekan guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang berpihak pada murid. Salah satu indikatornya adalah menunjukkan kebiasaan refleksi untuk pengembangan diri secara mandiri. CGP diharapkan menginisiasi kolaborasi dalam melakukan refleksi secara berkala dengan melibatkan warga sekolah sebagai dasar untuk melakukan pengembangan praktik pembelajaran dan pendidikan. Refleksi pembelajaran sangat dibutuhkan untuk perbaikan proses pembelajaran kedepannya, agar guru bisa tahu kekurangan dan kelebihan dalam proses pembelajaran yang selama ini dilakukan, untuk bisa mengembangkan pembelajaran yang lebih baik lagi kedepannya. Disinilah peran guru penggerak untuk bisa berbagi ilmu kepada sesame rekan guru dalam melakukan refleksi pembelajaran.

Hasil Aksi Nyata

Dalam aksi nyata ini, saya mengadakan pertemuan dengan semua rekan Guru dan berbagi praktik baik dalam melakukan refleksi pembelajaran. Kegiatan diawali dengan penyampaian selayang pandang tentang nilai dan peran guru penggerak di sekolah. Salah satu nilai guru penggerak adalah mandiri dan reflektif, mandiri dalam hal melakukan pengembangan diri terkait kemampuan profesionalnya, dan juga diharapkan bisa melakukan refleksi diri terhadap pembelajaran yang dilakukan. Pada kesempatan ini saya berbagi pengalaman praktik baik melakukan refleksi pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Padlet, harapannya guru bisa terbiasa melakukan refleksi pembelajaran dengan menggunakan aplikasi teknologi informasi yang bisa memudahkan guru dan murid meskipun pembelajaran dilaksanakan secara daring. 


Pembelajaran yang didapatkan

Pembelajaran yang didapatkan, saya melihat antusiasme dan semangat rekan guru dalam meningkatkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Harapannya rekan guru dapat melakukan refleksi pembelajaran secara berkala. 

Rencana Perbaikan

Perbaikan kedepan adalah melakukan pertemuan secara berkala untuk melakukan refleksi pembelajaran, dan menyususn rencana bersama serta mencari solusi bersama terhadap permasalahan pembelajaran agar pembelajaran bisa menyenangkan dan berpihak pada murid.

Dokumentasi

Berikut ini dokumentasi kegiatan yang dilakukan

1. Berbagi Praktik baik dalam melakukan Refleksi




2. Dokumentasi Penerapan Refleksi Pembelajaran 






PGP- 1- BONE- FITRIANI – 1.3 – Aksi Nyata

“Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik Berbasis IT melalui Pembuatan Video Presentasi”

Latar Belakang

Salah satu peran Guru adalah motivator bagi anak didiknya, dia harus mampu memberi motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas muridnya. Pada masa pandemi kita dihadapkan suatu kondisi yang mengharuskan kita melek dengan teknologi. Teknologi informasi semakin berkembang dan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Teknologi informasi menjadi fasilitas utama bagi kegiatan di berbagai sektor. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi informasi di era ini sangat mempengaruhi perkembangan industri kreatif. Teknologi informasi memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan inovatif. Untuk itu, membekali murid dengan keterampilan teknologi informasi adalah keniscayaan. Guru sebagai motivator diharapkan memberikan motivasi dan kesempatan bagi murid untuk mengembangkan kreativitas mereka terkait dengan teknologi informasi sebagai upaya pembaharuan proses pembelajaran di sekolah. Mengasah kreativitas itu penting untuk mengaktualisasikan diri dan memungkinkan seseorang bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Kreativitas dapat dilatih dan diajarkan kepada murid, dengan pemilihan konten tugas, model pembelajaran, pemilihan media yang sesuai dengan materi ajar. Karya-karya kreatif murid dalam memanfaatkan teknologi informasi merupakan rangsangan awal untuk mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang mandiri dan kreatif  yang  akan meningkatkan keterampilan hidup mereka.

Hasil Aksi Nyata

Pada pembelajaran kali ini dengan materi gametogenesis, saya mengajak murid untuk membuat gambar skema gametogenesis pada manusia. Kemudian meminta mereka utuk mempresentasikan gambar tersebut dengan membuat video lalu mengirim video tersebut ke channel youtube. Dengan tugas ini saya melatih kemandirian mereka baik dalam pembuatan video yang kreatif serta mengasah keterampilan mereka dalam penggunaan teknologi informasi. Sangat terlihat kreativitas dan antusias mereka dalam mengerjakan tugas-tugas mereka. Saya memberikan kebebasan kepada murid untuk mengeksplore semua potensi yang mereka miliki, supaya hasil karya mereka bisa maksimal. Dan Alhamdulillah direspon baik oleh mereka, terbukti hasil-hasil karya video murid sangat kreatif. Hal ini membuktikan bahwa murid sudah melek dengan teknologi informasi. 

Pembelajaran yang didapatkan

Setelah melihat hasil karya murid, saya mendapat pembelajaran bahwa ternyata jika diberikan kemandirian, murid bisa lebih kreatif. Dari hasil karya video mereka, sangat terlihat rasa percaya diri dan kreativitasnya terasah. Namun masih terdapat beberapa kendala, diantaranya beberapa murid tidak dapat mengupload ke youtube, sehingga mereka harus mencoba beberpa kali karena kendala jaringan. Masih terdapat juga beberapa murid yang kurang percaya diri dalam presentasi. Namun sangat nampak antusias mereka dalam pembuatan video presentasi ini.

Rencana Perbaikan

Dari kelemahan dan kekurangan yang saya dapatkan dengan pemberian tugas ini adalah, masih terdapat beberapa murid yang kurang percaya diri dalam melakukan presentasi, serta masih ada beberpa murid yang belum maksimal dalam pembuatan video. Untuk perbaikan kedepan, Guru akan memberikan bimbingan khusus dalam pembuatan video supaya mereka lebih terampil, dan akan memebrikan penguatan-penguatan serta motivasi agar mereka bisa terus mengembnagkan diri dalam penggunaan teknologi informasi . 

Dokumentasi

Berikut ini dokumentasi hasil video presentasi murid yang diupload ke youtube








Rabu, 09 Desember 2020

“Pembelajaran online yang interaktif dan menyenangkan dengan penerapan berbagai aplikasi teknologi sebagai upaya menumbuhkan murid merdeka.”

 PGP- 1- BONE- FITRIANI – 1.1 – Aksi Nyata

Artikel Refleksi

Latar Belakang

Sejak Pandemi CoVid 19 Pembelajaran tatap muka dibatasi bahkan diganti menjadi pembelajaran dalam jaringan atau online. Pembelajaran jarak jauh yang monoton sangat mempengaruhi kondisi murid. Meeting virtual menjadi solusi pengganti pembelajaran tatap muka. Maka meeting virtual adalah kebiasaan baru, baik Guru maupun murid, mau tidak mau, suka ataupun tidak suka harus beradaptasi dengan situasi seperti ini. Namun, Perubahan cara belajar mengajar dari tatap muka menjadi online ternyata membuat sebagian siswa merasa bosan belajar di rumah. Siapa yang tidak bosan, jika pertemuan dibatasi dengan layar kaca, tidak jarang murid menjadi mengantuk, murid bisa menjadi salah focus atau bahkan teralihkan dengan aktivitas lain pada smartphone mereka. Maka dari itu diperlukan cara untuk menjadikan pembelajaran online tidak membosankan dengan penggunaan aplikasi yang lebih interaktif untuk menjadikan murid tidak bosan belajar secara online. Berdasarkan kondisi ini penulis mencoba menerapkan berbagai aplikasi yang lebih interaktif dan menyenangkan sehingga pembelajaran tidak membosankan bagi murid. Aplikasi yang dipakai dalam pembelajaran jarak jauh adalah mengkombain beberapa aplikasi. Mengapa mengkombain beberapa aplikasi, alasannya agar murid bisa lebih berinovasi dan menghilangkan rasa jenuh serta akan memahami lebih banyak tentang teknologi informasi yang sesuai perkembangan zaman. Mereka harus tumbuh sesuai kodrat zamannya tanpa melupakan kodrat alam. Kodrat alam murid adalah mereka murid yang merdeka yang akan dituntun sesuai bakat dan minatnya serta memperhatikan karakter dari masing-masing peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran harus mengakomodir semua karakter peserta didik.

Hasil Aksi Nyata

Adapun aplikasi yang Saya pakai dan bisa membantu pembelajaran menjadi lebih interaktif semasa pandemi Covid-19 adalah aplikasi zoom meeting, jamboard, quiziz, dan padlet.  Aplikasi zoom meeting sering saya pakai untuk melakukan tatap muka virtual, menjelaskan materi dan Tanya jawab. Di sela-sela zoom meeting, untuk mengatasi kejenuhan dan kebosanan peserta, saya meminta umpan balik siswa dengan memberikan pertanyaan melalui aplikasi jamboard. Aplikasi jamboad  adalah papan tulis virtual yang dilengkapi dengan stiky notes. Ini sangat menarik karena murid melakukannya seolah mereka bermain dengan menempelkan stiky note. Ini salah satu cara mengatasi kejenuhan murid saat tatapmuka virtual. 

Lain halnya dengan ujian atau pemberian test ataupun quiz, Saya menggunakan aplikasi Quiziz supaya lebih interaktif dan menyenangkan, karena murid mengerjakanannya seperti bermain. Jadi murid mengerjakan ujian dengan santai dan tidak membuat mereka tegang seperti ketika menghadapi kertas ujian. 

Aplikasi lain yang saya gunakan adalah padlet, saya menggunakan padlet sebagai tempat untuk murid mengirimkan tugas berupa gambar dan video, dan semua bisa mengomentari tugas temannya, Padlet adalah salah satu aplikasi daring yang bisa disebut papan tulis daring. Murid mengirimkan catatan pada papan yang sama. Penggunaan aplikasi ini sangat menarik dan lebih mudah digunakan. Saya juga menggunakan aplikasi padlet ini untuk melakukan refleksi, saya meminta murid untuk membuat video tentang refleksi pembelajaran. Itulah beberapa aplikasi yang saya gunakan untuk menjadikan pembelajaran jarak jauh lebih interaktif. 

Pembelajaran yang didapat

Setelah melakukan refleksi pembelajaran, saya melihat antusias murid meningkat dengan penggunaaan beberapa aplikasi tersebut. Kreatifitas murid juga meningkat dan semakin menambah kecakapan murid dalam penggunaan teknologi informasi, dimana ini sebagai modal dalam menghadapi tantangan zaman. Namun dalam penggunaan aplikasi ini masih terdapat kendala, diantara jaringan yang kurang stabil sehingga terkadang murid terlambat atau tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Beberapa murid juga tidak dapat mengakses aplikasi karena gadget yang mendukung aplikasi. 

Rencana Perbaikan 

Dari kelemahan yang saya temukan, maka penulis akan merancang rencana yang lebih baik. Beberapa hal yang menjadi point penting untuk menjadi perbaikan ke depan adalah: Bagi murid yang gadgetnya tidak mendukung, disarankan untuk menginstall aplikasi yang diperlukan saja. Sehingga aplikasi yang dibutuhkan bisa diinstal pada gadget mereka. Memotivasi murid untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi sehingga mereka bisa melek dengan aplikasi-aplikasi yang dapat mendukung pembelajaran. 


Dokumentasi






Cerita Bersinergi (Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital)

Cerita BERSINERGI Sahabat Teknologi  Fitriani, S.Pd., M.Pd SMAN 13 Bone Haiii sahabat merdeka belajar di mana pun berada, salam dan bahagia....