informasi, teknologi, pendidikan, tips, trik

Rabu, 09 Desember 2020

“Pembelajaran online yang interaktif dan menyenangkan dengan penerapan berbagai aplikasi teknologi sebagai upaya menumbuhkan murid merdeka.”

 PGP- 1- BONE- FITRIANI – 1.1 – Aksi Nyata

Artikel Refleksi

Latar Belakang

Sejak Pandemi CoVid 19 Pembelajaran tatap muka dibatasi bahkan diganti menjadi pembelajaran dalam jaringan atau online. Pembelajaran jarak jauh yang monoton sangat mempengaruhi kondisi murid. Meeting virtual menjadi solusi pengganti pembelajaran tatap muka. Maka meeting virtual adalah kebiasaan baru, baik Guru maupun murid, mau tidak mau, suka ataupun tidak suka harus beradaptasi dengan situasi seperti ini. Namun, Perubahan cara belajar mengajar dari tatap muka menjadi online ternyata membuat sebagian siswa merasa bosan belajar di rumah. Siapa yang tidak bosan, jika pertemuan dibatasi dengan layar kaca, tidak jarang murid menjadi mengantuk, murid bisa menjadi salah focus atau bahkan teralihkan dengan aktivitas lain pada smartphone mereka. Maka dari itu diperlukan cara untuk menjadikan pembelajaran online tidak membosankan dengan penggunaan aplikasi yang lebih interaktif untuk menjadikan murid tidak bosan belajar secara online. Berdasarkan kondisi ini penulis mencoba menerapkan berbagai aplikasi yang lebih interaktif dan menyenangkan sehingga pembelajaran tidak membosankan bagi murid. Aplikasi yang dipakai dalam pembelajaran jarak jauh adalah mengkombain beberapa aplikasi. Mengapa mengkombain beberapa aplikasi, alasannya agar murid bisa lebih berinovasi dan menghilangkan rasa jenuh serta akan memahami lebih banyak tentang teknologi informasi yang sesuai perkembangan zaman. Mereka harus tumbuh sesuai kodrat zamannya tanpa melupakan kodrat alam. Kodrat alam murid adalah mereka murid yang merdeka yang akan dituntun sesuai bakat dan minatnya serta memperhatikan karakter dari masing-masing peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran harus mengakomodir semua karakter peserta didik.

Hasil Aksi Nyata

Adapun aplikasi yang Saya pakai dan bisa membantu pembelajaran menjadi lebih interaktif semasa pandemi Covid-19 adalah aplikasi zoom meeting, jamboard, quiziz, dan padlet.  Aplikasi zoom meeting sering saya pakai untuk melakukan tatap muka virtual, menjelaskan materi dan Tanya jawab. Di sela-sela zoom meeting, untuk mengatasi kejenuhan dan kebosanan peserta, saya meminta umpan balik siswa dengan memberikan pertanyaan melalui aplikasi jamboard. Aplikasi jamboad  adalah papan tulis virtual yang dilengkapi dengan stiky notes. Ini sangat menarik karena murid melakukannya seolah mereka bermain dengan menempelkan stiky note. Ini salah satu cara mengatasi kejenuhan murid saat tatapmuka virtual. 

Lain halnya dengan ujian atau pemberian test ataupun quiz, Saya menggunakan aplikasi Quiziz supaya lebih interaktif dan menyenangkan, karena murid mengerjakanannya seperti bermain. Jadi murid mengerjakan ujian dengan santai dan tidak membuat mereka tegang seperti ketika menghadapi kertas ujian. 

Aplikasi lain yang saya gunakan adalah padlet, saya menggunakan padlet sebagai tempat untuk murid mengirimkan tugas berupa gambar dan video, dan semua bisa mengomentari tugas temannya, Padlet adalah salah satu aplikasi daring yang bisa disebut papan tulis daring. Murid mengirimkan catatan pada papan yang sama. Penggunaan aplikasi ini sangat menarik dan lebih mudah digunakan. Saya juga menggunakan aplikasi padlet ini untuk melakukan refleksi, saya meminta murid untuk membuat video tentang refleksi pembelajaran. Itulah beberapa aplikasi yang saya gunakan untuk menjadikan pembelajaran jarak jauh lebih interaktif. 

Pembelajaran yang didapat

Setelah melakukan refleksi pembelajaran, saya melihat antusias murid meningkat dengan penggunaaan beberapa aplikasi tersebut. Kreatifitas murid juga meningkat dan semakin menambah kecakapan murid dalam penggunaan teknologi informasi, dimana ini sebagai modal dalam menghadapi tantangan zaman. Namun dalam penggunaan aplikasi ini masih terdapat kendala, diantara jaringan yang kurang stabil sehingga terkadang murid terlambat atau tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Beberapa murid juga tidak dapat mengakses aplikasi karena gadget yang mendukung aplikasi. 

Rencana Perbaikan 

Dari kelemahan yang saya temukan, maka penulis akan merancang rencana yang lebih baik. Beberapa hal yang menjadi point penting untuk menjadi perbaikan ke depan adalah: Bagi murid yang gadgetnya tidak mendukung, disarankan untuk menginstall aplikasi yang diperlukan saja. Sehingga aplikasi yang dibutuhkan bisa diinstal pada gadget mereka. Memotivasi murid untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi sehingga mereka bisa melek dengan aplikasi-aplikasi yang dapat mendukung pembelajaran. 


Dokumentasi






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Bersinergi (Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital)

Cerita BERSINERGI Sahabat Teknologi  Fitriani, S.Pd., M.Pd SMAN 13 Bone Haiii sahabat merdeka belajar di mana pun berada, salam dan bahagia....