Modul 3.1.a.8
Koneksi Antar Materi; Pengambilan Keputusan Sebagai
Pemimpin Pembelajaran
Oleh: FITRIANI, CGP Angkatan 1, Kab. Bone
Filosofi Pratap Triloka KHD terhadap pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran
Tujuan pendidikan Nasional sebagaimana diamanahkan Undang-undang adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia serta mencerdaskan kehidupan setiap warga negaranya. Indonesia bertanggung jawab untuk menjadikan setiap warga negaranya sebagai pribadi yang tidak hanya memiliki wawasan yang luas namun juga memiliki sikap-sikap yang berbudi luhur sebagaimana yang dicita-citakan dalam pancasila.Bob Talbert pernah berkata: (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan
mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”. Saya mencoba menalar makna perkataan
Bob Albert, bahwa mengajarkan hal yang berharga/utama adalah yang terbaik. Yang
berharga dan utama sebagaimana cita luhur pancasila adalah lahirnya murid yang
berpekerti luhur. Dan tentunya untuk melahirkan murid berbudi luhur, mereka
perlu dituntun sebagaimana kodratnya dengan memperhatikan kebutuhan murid.
Maka muara pembelajaran adalah agar murid-murid Indonesia bisa mendapatkan pendidikan
yang berkualitas dari para pendidik yang berkualitas. Sebagai
seorang pendidik, sangat penting memperhatikan kebutuhan murid. Filosofi
Triloka Ki hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa sung tulada (yang di depan memebri
teladan), Ing Madya Mangun Karsa ( yang di tengah membangun kemauan), Tut Wuri
HAndayani (dari belakang memberi dukungan dan motivasi). Dalam pengambilan
keputusan, seorang pendidik harus berada di depan memberi teladan, dimana
keputusan-keputusan yang diambil senantiasa berpihak pada murid.
Nilai, Prinsip Seorang Pendidik dan Kegiatan Terbimbing Berpengaruh Terhadap Pengambilan Keputusan
Sebagai
teladan, Guru harus mampu menumbuhkan
nilai dalam dirinya yaitu mandiri, reflektif,
kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid, pembelajaran
diferensiasi adalah bagian dalam upaya pembelajaran yang berpihak pada
murid. Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa
tujuan pendidikan itu ‘menuntun tumbuhnya atau hidupnya kekuatan kodrat anak
sehingga dapat memperbaiki lakunya. Kegiatan terbimbing yang dilakukan dalam proses
coaching sangat membantu guru dalam membantu murid untuk memberi tuntunan. Peran seorang coach (pendidik)
adalah menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) agar mencapai keselamatan dan
kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Proses coaching dapat menjadi
salah satu langkah tepat bagi guru untuk membantu murid mencapai tujuannya
yaitu kemerdekaan dalam belajar. Maka Proses
Coaching adalah salah satu bagian yang dapat membantu dalam pengambilan
keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang dapat berpihak pada kebutuhan
murid.
Dampak pengambilan Keputusan yang Tepat Pada Murid
Pembelajaran
terkait dilema etika dan bujukan moral mengantarkan seorang guru mampu
menemukan nilai dalam dirinya sebagai seorang pendidik. Bagaimana menganalisis
masalah dalam studi kasus dilema etika dan bujukan moral adalah bagian
penerapan pengambilan keputusan yang tepat, tentunya dengan penerapan sembilan
langkah pengambilan keputusan.
Ketika Guru
mampu menerapkan nilai-nilai dalam dirinya sebagai seorang pendidik, dengan
proses coaching yang dilakukan, dan penerapan sembilan langkah pengambilan
keputusan, maka tentunya keputusan yang diambil akan berdampak pada lingkungan
yang belajar yang nyaman, positif dan kondusif. Dampak pengambilan keputusan yang tepat dalam pembelajaran dengan memerdekakan
murid-murid, akan sangat
membantu murid hidup
dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri, memiliki
kemandirian dan motivasi intrinsik yang tinggi. Terealisasinya pengambilan keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran adalah bukti
implementasi Pratap Triloka Pendidikan yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara.
Kesimpulan:



Sangat menginpirasi
BalasHapus