Maccaki

informasi, teknologi, pendidikan, tips, trik

Rabu, 25 Oktober 2023

Cerita Praktik Baik Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Sahabat Teknologi

 Cerita Praktik Baik Inovasi Pembelajaran memanfaatkan platform teknologi

“ Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan TPACK dan strategi Diferensiasi untuk pembelajaran biologi yang bermakna dan menyenangkan”

Oleh: Fitriani, S.Pd., M.Pd.

Sahabat Teknologi Sulawesi Selatan 2023

Guru SMAN 13 Bone

 

Sahabat merdeka belajar, artikel kali ini saya akan menceritakan praktik baik inovasi pembelajaran yang saya lakukan di kelas dalam pembelajaran kurikulum merdeka. Pembelajaran abad ke-21 bertujuan untuk mempersiapkan generasi ini dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses dalam masyarakat yang terus berubah dan bergerak dengan cepat. Seiring waktu, akan menjadi semakin penting untuk terus mengintegrasikan teknologi, kolaborasi, dan keterampilan berpikir kritis dalam pendidikan untuk memenuhi kebutuhan Generasi Z dan generasi mendatang. Perkembangan pada pembelajaran digital bukan saja jenis teknologinya, tetapi juga fungsi dan hal lain terkait sistem seperti cara mendesain pembelajaran. Sebab kebutuhan belajar akan terus mengalami perubahan, seiring perkembangan zaman. Maka disinilah peran guru sangat penting dalam proses pembelajaran. 

Sebagai guru saya menginginkan pembelajaran interaktif, kolaboratif, kontekstual, kaya akan sumber belajar dan bisa memenuhi kebutuhan murid berdasarkan gaya belajarnya. Saya berharap murid mampu menjalani aktivitas pembelajaran mandiri yang kontekstual sebagai bagian dari pengembangan pribadi, mampu memahami dan menggunakan berbagai media komunikasi untuk menyampaikan berbagai gagasan dan melaksanakan aktivitas kolaborasi serta interaksi dengan berbagai pihak. Namun pada kenyataannya saya mendapati murid yang kurang interaktif, suasana kelas terasa pasif, sunyi yang artinya terjadi satu arah, jika diberikan tugas kelompok hanya beberapa yang mengerjakan, selain itu mereka juga sangat kurang yang berminat dalam mencari informasi terkait pembelajaran. Saya kemudian merefleksi apa yang salah dalam proses pembelajaran ini?. Saya harus memikirkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Apalagi terkait pembelajaran biologi, saya tertantang untuk mencari cara membelajarkan murid yang bisa menyentuh kehidupan sehari-hari mereka. 

Sekolah saya termasuk sekolah besar dengan jumlah murid seribuan, letaknya di pusat kota, dengan karakteristik murid yang beragam. Mereka sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi, namun cenderung menyerap informasi dengan berlebihan dan belum bisa memaksimalkan teknologi dalam pembelajaran. Selain itu saya melihat  belum terbiasa dengan belajar kolaboratif, masih kurang sumber belajar, pun jika ada mereka tidak tertarik dalam mencari informasi. Murid sulit untuk berkonsentrasi juga menjadi tantangan dalam pembelajaran. 

Berdasarkan situasi dan tantangan yang saya hadapi, saya lalu mencoba menyusun inovasi pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa, mendorong kolaboratif dengan pembelajaran yang berpusat pada murid dan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupannya dan pada akhirnya akan tercipta pembelajaran yang bermakna serta menyenangkan. Adapun inovasi pembelajaran yang saya lakukan saya beri judul “Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan TPACK dan strategi diferensiasi untuk pembelajaran biologi yang bermakna dan menyenangkan”

Menurut Blanchard (2001), pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning), adalah suatu pembelajaran yang berusaha mengaitkan isi pembelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa agar membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan model ini pembelajaran akan lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Dengan pembelajaran kontekstual diyakini siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran dengan gambaran yang lebih konkrit, pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupannya dan pada akhirnya akan tercipta pembelajaran yang bermakna serta menyenangkan.

Sebagai guru, kita harus memiliki keterampilan mempersiapkan, melaksanakan, mengelola dan mengevaluasi pembelajaran digital sesuai dengan keadaan dan kebutuhan murid kita. Ada pendekatan atau kerangka kerja yang dapat digunakan guru sebagai acuannya yaitu TPACK atau Technological Pedagogical and Content Knowledge. Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) merupakan pendekatan pembelajaran yang sangat relevan di masa pembelajaran saat ini. Hal ini, karena pendekatan TPACK memadukan aspek pengetahuan (Knowledge/K), cara membelajarkan (Pedagogy/P), penguasaan materi pembelajaran sesuai bidang (Content/C) dengan TIK (Technology/T). Penerapan TPACK dalam Pembelajaran Digital Guru berperan sebagai fasilitator dan pengelola pembelajaran dengan menerapkan kemampuan pedagogis, teknologis, dan penguasaan substansi (konten) yang harus memadai. Pendekatan TPACK merupakan pendekatan pembelajaran yang memadukan antara materi, pedagogi dan teknologi. Pendekatan TPACK dapat diintegrasikan dengan model pembelajaran yang dapat melatih peserta didik untuk menemukan pengetahuan baru secara mandiri namun tetap mendapat bimbingan guru. 

Lalu apa Hubungan dengan pembelajaran Diferensiasi?ada tiga jenis pilihan strategi dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi, yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk. Ketika digabungkan dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, penggunaan platform digital dapat menghasilkan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan efektif.

Adapun langkah konkrit yang saya lakukan; Menyiapkan Platform Digital, merencanakan Pembelajaran kontekstual, menerapkan pembelajaran dengan Pendekatan TPACK dan Strategi Diferensiasi. Saya menyiapkan media pembelajaran digital yang memungkinkan murid bisa belajar kolaboratif dan menyediakan sumber belajar yang bervariasi untuk mengakomodir profil belajar murid yang beragam. Saya merancang strategi pedagogik dengan pembelajaran yang berpusat pada murid yang menyenangkan. 

Di awal pembelajaran, menyapa murid kemudian berdoa. Untuk memecahkan suasana tegang dan kaku di dalam kelas, saya memberikan ice breaking. Dilanjutkan dengan motivasi dan apersepsi dengan memperlihatkan produk makanan dan minuman yang merupakan hasil dari produk bioteknologi konvensional yaitu nata de coco, roti, yoghurt. Kemudian memberikan pertanyaan pemantik. Nah untuk menjawab rasa penasaran murid, mereka akan mengeksplorasi pemahaman mereka dengan mencari sumber belajar yang relevan, disinilah saya memberikan link multimedia interaktif  yang telah saya buat dengan menggunakan Canva. Dalam multimedia tersebut, dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, pertanyaan pemantik, sumber belajar berupa flipbook dan link artikel, video materi, quiz dengan aplikasi quizizz, LKPD, game edukasi wordwall, dan link padlet untuk pengumpulan tugas.

Untuk mengakomodir pembelajaran kolaboratif, murid bekerja dalam kelompok, supaya pembelajaran tidak monoton, maka pembentukan kelompok dilakukan dengan cara bermain, yaitu sambil menyanyikan lagu “kalau kau suka hati”, pembentukan kelompok saya lakukan secara random. Setelah terbentuk kelompok, mereka diarahkan untuk membuka link multimedia interaktif, untuk mencari sumber belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya. Yang senang membaca mereka bisa membuka flipbook, dan yang audio visual mereka bisa menonton video materi. Sambil mengarahkan murid bekerja dalam kelompok mengerjakan LKPD, saya memberikan bimbingan dan penjelasan jika ada hal yang mereka tanyakan. Setelah menyelesaikan LKPD, kami melakukan elaborasi pemahaman dengan meminta perwakilan kelompok menjelaskan apa yang telah mereka kerjakan pada LKPD. LKPD yang kami berikan ada yang berbasis kertas yang mereka kerjakan pada saat dalam kelas, dan ada juga LKPD yang mereka dapat kerjakan secara kolaboratif di google dokumen yang dapat mereka akses dalam multimedia interaktif.   

Murid dalam kelompok akan mempraktekkan pembuatan minuman dan makanan menggunakan bioteknologi konvensional supaya mereka bisa memiliki pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pengerjaannya murid diminta membuat vlog pembuatan bioteknologi konvensional tersebut dan mengirimkannya melalui link padlet yang sudah disematkan di dalam link multimedia interaktif. Di Akhir pembelajaran, saya meminta murid untuk melakukan refleksi secara tertulis pada kertas sticky note, hal ini untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran yang saya lakukan. Dan untuk mengetahui seberapa paham murid terhadap materi, mereka bisa mengerjakan quiz yang mereka kerjakan menggunakan paltform quizizz, latihan soal ini mereka bisa kerjakan secara berulang sampai mereka benar-benar paham. Dengan quizizz karena soalnya berbasis gamifikasi dengan tipe soal yang beragam,jadi mereka tidak merasa sedang mengerjakan soal, tapi mereka belajar sambil bermain. 


Tampilan awal Multimedia Pembelajaran Interaktif

Pelajaran yang saya dapatkan dengan menerapkan strategi ini adalah pembelajaran lebih interaktif dan kolaboratif, pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan, teknologi yang membelajarkan. Tak ada murid yang tidak bekerja yang biasanya kalau menggunakan metode ceramah, banyak yang tidak bisa konsentrasi. Dengan hadirnya multimedia interaktif ini semua murid bekerja secara kolaboratif yang sangat nampak pembelajaran berpusat pada murid, mereka juga dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dengan mempraktekkan di rumah bersama teman kelompok dan membuat vlog. Mereka menyenangi ini karena diberikan kesempatan untuk membuat video. Dengan diferensiasi konten yang kami berikan melalui beragam sumber belajar memudahkan murid belajar sesuai dengan profil belajarnya. 

                     Saat murid mengakses Multimedia Pembelajaran Interaktif

Itulah cerita praktik baik saya dalam menerapkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Dengan memaksimalkan teknologi dan pemahaman pedagogik serta konten knowledge  yang ada, pembelajaran lebih  bermakna dan menyenangkan. Mari terus berinovasi, mulai dari hal kecil dan sederhana untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid yang bermakna dan menyenangkan. 

Untuk melihat Vlog praktik baik dan berbagi, Klik Disini

Klik disini untuk mengakses link MPI  

Baca Juga Cerita berbagi praktik baik Saya disini


#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar

Cerita Bersinergi (Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital)


Cerita BERSINERGI Sahabat Teknologi 
Fitriani, S.Pd., M.Pd
SMAN 13 Bone

Haiii sahabat merdeka belajar di mana pun berada, salam dan bahagia. Saya Fitriani, lebih akrabnya di panggil Ibu Vivi oleh rekan sejawat dan anak-anak didik saya di SMA Negeri 13 Bone. Pada tahun 2023 ini, saya berkesempatan mengikuti Program PembaTIK yang merupakan salah satu program andalan Kemdikbudristek. Selain menerima materi dan mengembangkan berbagai bentuk teknologi dalam pembelajaran, banyak hal positif yang harus kami lakukan selama program ini berjalan, salah satunya adalah berbagi praktik baik dan berkolaborasi.

 Nah, pada kesempatan ini saya akan menceritakan bagaimana keseruan saya dalam berbagi dan berkolaborasi bersama rekan-rekan sejawat yang luar biasa keren. Bentuk kegiatannya ada yang dikemas secara daring (tatap maya) maupun luring (tatap muka). Hayuukk kita simak keseruan perjalanan saya dalam membagikan praktik baik inovasi pembelajaran yang saya lakukan.

Sobat bloger, ada hal yang membuat saya harus benar-benar jeli dalam melakukan kegiatan ini secara efektif dan efisien, mengingat waktu yang diberikan buat kami terbatas. Ada alarm rasanya yang terlasang di sekeliling saya yang berkata: "Ayok, segera…ingat timeline, timeline, timeline!" Agar semua dapat berjalan dengan optimal, maka saaangat dibutuhkan strategi untuk mengatur segalanya dengan sebaik mungkin. Hal pertama yang saya lakukan adalah menyusun timeline kegiatan berbagi dan menargetkan rekan sejawat dan sekolah sasaran sebanyak mungkin. Untuk itu, saya berkolaborasi dengan Sahabat Teknologi Sulawesi Selatan dalam merancang kegiatan tatap maya, pun berkolaborasi dengan Sahabat Teknologi lintas provinsi demi memperluas jangkauan berbagi.

Ruang lingkup yang lebih luas tentu saja membutuhkan banyak kolaborasi dan promosi yang seluas-luasnya. Saya pun mendesain flyer, X-banner dan melobi pihak terkait yang akan terlibat. Di sela kesibukan mengajar, saya melobi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Sul-Sel, Ketua Satgasnas Pandu Digital JSDI dan Duta Teknologi untuk bisa menjadi keynote speaker pada kegiatan berbagi secara daring. Saya berbagi tugas dengan rekan saya di Maros untuk berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Komunikasi juga dilakukan dengan beberapa komunitas belajar seperti MGMP Biologi, Komunitas Guru Belajar Nusantara Bone, komunitas guru penggerak Kabupaten Bone untuk bersinergi dan membantu mensukseskan kegiatan berbagi inovasi yang akan saya lakukan. Alhamdulillah respon dari semuanya sungguh sangat positif dan membangun. 

Berbagi Secara Tatap Muka (Luring) 

Sahabat Merdeka Belajar, kegiatan berbagi secara luring ini saya lakukan di sekolah asal saya dan beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Bone. Saya menamai sesi berbagi luring ini dengan akronim "BERSINERGI": Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital. 

1.    BERSINERGI bersama SMAN 13 Bone

Setelah berkomunikasi dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum di intansi saya bertugas, kami diberikan kesempatan berbagi kepada rekan guru di sekolah. Pada tanggal 18 Oktober saya dan rekan guru akhirnya berbagi praktik baik di SMAN 13 Bone yang dihadiri oleh 30 orang guru. Saya sangat senang karena Bapak dan Ibu guru yang hadir sangat antusias dan tertarik untuk mempelajari bagaimana cara membuat media pembelajaran interaktif. Pada kesempatan tersebut, Bapak Wakasek Kurikulum sangat responsif dan menyampaikan kepada saya untuk mengadakan kegiatan workshop pembuatan media pembelajaran interaktif dan penggunaan platform teknologi. Senang sekali rasanya bisa berbagi inovasi pembelajaran yang dapat memotivasi teman-teman guru untuk terus bergerak melakukan inovasi pembelajaran dan tumbuh bersama dalam melakukan hal-hal positif sebagai agen transformasi pendidikan

2.    BERSINERGI  bersama SD Inp 6/86 Biru

Sekira dua hari sebelum waktu yang sudah dijadwalkan sesuai time line, saya menghubungi kepala sekolah melalui telepon, membicarakan terkait rencana berbagi praktik baik, dan Alhamdulillah beliau merespon baik dan memberikan izin untuk berbagi. Pada Tanggal 17 Oktober saya mendatangi SD Inpres 6/86 Biru . Semua guru antusias mengikuti kegiatan ini, dan tertarik untuk membuat bahan ajar berbasis teknologi, yang selama ini mereka belum pernah membuat bahan ajar berbasis teknologi.

3.   BERSINERGI bersama SD Inp 12/79 Macanang

Setelah berbagi di SD Inp 6/86 Biru, Saya menuju ke SD Inp 12/79 Macanang, meski panas terik, namun semangat untuk berbagi kepada guru mengalahkan panasnya matahari siang itu. Setelah sampai di Sekolah ini, disambut dengan antusias oleh Kepala sekolah yang sudah jauh hari saya hubungi untuk diberi waktu berbagi dan para guru yang sudah siap untuk mendengarkan praktik baik saya. Tanpa berlama-lama kami langsung memulai kegiatan, dengan jumlah guru sekira 16 orang, semua antusias dan excited. Selama ini mereka tidak banyak menerapkan pembelajaran berbasis teknologi, sehingga mereka meminta waktu khusus untuk diajari membuat media ajar berbasis teknologi. 

4.    BERSINERGI bersama SMKN 7 Bone

Kepala sekolah SMKN 7 Bone adalah jebolan guru penggerak, untuk mendukung transofrmasi merdeka belajar, beliau memberikan dukungan full terkait kegiatan berbagi, maka taka pada saat saya mengabarinya terkait kegiatan berbagi yang akan saya lakukan di sekolahnya, beliau langsung mengiyakan dan memberikan supportnya. Tibalah pada hari yang ditentukan yaitu hari kamis, tanggal 19 Oktober 2023, bersama para guru yang hadir sebanyak 24 guru sangat antusias dan bersemangat mendengarkan sesi berbagi praktik baik inovasi pembelajaran yang saya lakukan. Para Guru sangat tertarik dengan apa yang saya bagikan dan meminta untyk diajar cara pembuatannya, dan langsung direspon oleh kepala sekolah untuk membuat kegiatan workshop.

Berbagi tatap maya

1.    BISIK TEKDIK

Bisik Tekdik akronim dari Bincang santai inovasi dan kolaborasi teknologi pendidikan. Begitulah kami menamai kegiatan berbagi praktik baik secara tatap maya bersama sahabat teknologi sulawesi selatan 2023 pada tanggal 19 Oktober 2023 jam 14.00-15.30 Wita. Narasumber pada kegiatan ini diantaranya Reski Hastuti, guru SMA IT Al Ishlah Maros, Saya sendiri, Fitriani, S.Pd.,M.Pd, Guru SMAN 13 Bone dan Tenri Assa, S.Pd Guru SMAN 1 Cempa Pinrang. Menghadirkan  Keynote speaker Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, A.Iqbal Najamuddin dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah III Sulsel, Drs. A. Symasu Alam, M.Pd. Luar biasa animo peserta yang hadir sebanyak 47 peserta dari berbagai kabupaten dan dari luar provinsi ikut hadir pada kegiatan ini. Bahagia rasanya bisa berbagi dan berkolaborasi sesama sahabat teknologi sulawesi selatan. 

2.    DIPRIMBON TIK

Kegiatan tatap maya kedua yang kami lakukan pada tanggal 20 Oktober 2023 pukul 19.00 WIB kali ini dengan nama Diprimbon TIK, akronim dari Diseminasi Praktik Baik Pembelajaran Inovatif memanfaatkan TIK. dalam kegiatan ini kami selaku Narasumber berkolaborasi dengan sahabat teknologi Bengkulu ibu Annisa Pietricia, ST., M.Pd dan Sahabat teknologi Sulawesi Tenggara, Arham Amiruddin, S.Pd., Gr. Bertindak sebagai Keynote speaker, Anshar Syukur, S.Kom, M.I.Kom selaku Ketua Satgasnas Pandu Digital JSDI bersama Duta Teknologi Sulawesi Selatan 2019 Sitti Novi Ninarman, S.Si, M.M. Kegiatan ini dihadiri berbagai guru dari berbagai provinsi dan yang hadir mengisi daftar hadir sebanyak 30 peserta. Kegiatan ini dipandu moderator Selfi Suhesti, S.Pd., M.Pd. yang juga sebagai pengajar praktik PGP Angkatan 7 Bone. Dalam kegiatan diseminasi ini peserta antusias mendengarkan praktik baik yang kami bagikan, itu terlihat dengan beberapa peserta antusias melakukan diskusi dengan kami para narasumber. Walaupun kegiatan di lakukan di malam hari namun kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Ada cerita seru dibalik kegiatan ini, Kemarau panjang yang melanda hampir seluruh daerah di indonesia berdampak pada keterbatasan persediaan air yang juga memengaruhi pemadaman bergilir aliran listrik. Hal itu juga terjadi di daerah kami. Namun kondisi pemadaman listrik tidaklah mengganggu kegiatan DIPRIMBON TIK kami, meskipun rekan narasumber dan moderator harus off camera pada saat kegiatan berlangsung. 

Materi yang saya bawakan disini terkait inovasi pembelajaran, pembelajaran kontekstual dengan pendekatan TPACK dan strategi diferensiasi memanfaatkan TIK. kami berharap praktik baik yang kami bagikan bisa bermanfaat bagi peserta dan juga bagi kami sebagai narasumber.
3.    BISIK IMAJITA’ 
Bincang Asik Inovasi Pembelajaran Berbasi Teknologi Digital adalah tatap maya ketiga yang kami lakukan bersama Komunitas Guru Belajar Nusantara Bone, dan MGMP Biologi SMA Kabupaten Bone, yang dibuka oleh Kepala Cabang Dinas pendidikan wilayah III kabupaten Bone, Drs. A. Syamsu Alam, M.Pd. Sebagai narasumber Fitriani, Bj Pratiwi sahabat teknologi sulawesi selatan 2023 yang merupakan guru SMKN 5 Bone  dan Asrida Agriani ketua MGMP Biologi Kab. Bone. Kegiatan yang dipandu Sekeretaris KGBN Bone yang juga Guru Smart School Sulsel, Rusnilawarni, S.Pd., M.Pd ini berjalan lancar dan dihadiri sebanyak 45 peserta. 

Berbagi melalui Blog
Selain berbagi secara langsung melalui tatap muka dan tatap maya, Saya juga membagikan praktik baik baik saya melalui tulisan yang dimuat di blog gurusiana.id. (bisa diakses disini

Nah, Sahabat Merdeka Belajar, itulah cerita berbagi dan berkolaborasi yang saya lakukan. 
Berbagi praktik baik bukan berarti pamer, tapi dengan berbagi kita bisa menginspirasi orang lain, dengan  melihat praktik baik  yang telah dilakukan mereka bisa tergerak untuk juga melakukan hal baik dari yang mereka dapatkan dari cerita praktik baik kita. Dari kegiatan berbagi praktik baik ini, saya merefleksikan bahawa kegiatan berbagi praktik baik akan meningkatkan motivasi guru dalam merancang pembelajaran yang menyenangkan yang berpusat pada murid. Riset PSPK (2019)  menunjukkan guru dan pemimpin yang berbagi praktik baik berdampak pada peningkatan kompetensi murid, dibandingkan guru yang tidak berbagi praktik baik. Guru dan pemimpin perlu saling berbagi praktik baik kepada guru dan pemimpin lain agar dapat berhasil bersama. Jadi teruslah berbagi dan berkolaborasi untuk mewujudkan merdeka belajar.
Sampai bertemu di cerita praktik baik berikutnya. Salam merdeka belajar.












Dokumentasi Kegitan Berbagi Praktik Baik Inovasi Pembelajaran baik secara Luring maupun Daring




Bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Sulsel dan Kasi SMA Cabang Dinas Wilayah III Sulsel saat berkomunikasi untuk menjadi keynote speaker

Daftar Hadir Berbagi Praktik Baik  Lihat Disini



#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar

Selasa, 13 April 2021

Modul 3.1.a.8 Koneksi Antar Materi; Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

Modul 3.1.a.8

Koneksi Antar Materi; Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Oleh: FITRIANI, CGP Angkatan 1, Kab. Bone

 

Filosofi Pratap Triloka KHD  terhadap pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran 

Tujuan pendidikan Nasional sebagaimana diamanahkan Undang-undang adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia serta mencerdaskan kehidupan setiap warga negaranya. Indonesia bertanggung jawab untuk menjadikan setiap warga negaranya sebagai pribadi yang tidak hanya memiliki wawasan yang luas namun juga memiliki sikap-sikap yang berbudi luhur sebagaimana yang dicita-citakan dalam pancasila.

Bob Talbert pernah berkata: (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”. Saya mencoba menalar makna perkataan Bob Albert, bahwa mengajarkan hal yang berharga/utama adalah yang terbaik. Yang berharga dan utama sebagaimana cita luhur pancasila adalah lahirnya murid yang berpekerti luhur. Dan tentunya untuk melahirkan murid berbudi luhur, mereka perlu dituntun sebagaimana kodratnya dengan memperhatikan kebutuhan murid.

Maka muara pembelajaran adalah agar murid-murid Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dari para pendidik yang berkualitas. Sebagai seorang pendidik, sangat penting memperhatikan kebutuhan murid. Filosofi Triloka Ki hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa sung tulada (yang di depan memebri teladan), Ing Madya Mangun Karsa ( yang di tengah membangun kemauan), Tut Wuri HAndayani (dari belakang memberi dukungan dan motivasi). Dalam pengambilan keputusan, seorang pendidik harus berada di depan memberi teladan, dimana keputusan-keputusan yang diambil senantiasa berpihak pada murid.

Nilai, Prinsip Seorang Pendidik dan Kegiatan Terbimbing Berpengaruh Terhadap Pengambilan Keputusan

Sebagai teladan, Guru harus mampu menumbuhkan nilai dalam dirinya yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid, pembelajaran diferensiasi adalah bagian dalam upaya pembelajaran yang berpihak pada murid.  Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa tujuan pendidikan itu ‘menuntun tumbuhnya atau hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya. Kegiatan terbimbing yang dilakukan dalam proses coaching sangat membantu guru dalam membantu murid untuk memberi tuntunan. Peran seorang coach (pendidik) adalah menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Proses coaching dapat menjadi salah satu langkah tepat bagi guru untuk membantu murid mencapai tujuannya yaitu kemerdekaan dalam belajar.  Maka Proses Coaching adalah salah satu bagian yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang dapat berpihak pada kebutuhan murid.

Dampak pengambilan Keputusan yang Tepat Pada Murid

Pembelajaran terkait dilema etika dan bujukan moral mengantarkan seorang guru mampu menemukan nilai dalam dirinya sebagai seorang pendidik. Bagaimana menganalisis masalah dalam studi kasus dilema etika dan bujukan moral adalah bagian penerapan pengambilan keputusan yang tepat, tentunya dengan penerapan sembilan langkah pengambilan keputusan.

Ketika Guru mampu menerapkan nilai-nilai dalam dirinya sebagai seorang pendidik, dengan proses coaching yang dilakukan, dan penerapan sembilan langkah pengambilan keputusan, maka tentunya keputusan yang diambil akan berdampak pada lingkungan yang belajar yang nyaman, positif dan kondusif. Dampak pengambilan keputusan yang tepat dalam pembelajaran dengan memerdekakan murid-murid, akan sangat membantu murid hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri, memiliki kemandirian dan motivasi intrinsik yang tinggi. Terealisasinya pengambilan keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran adalah bukti implementasi Pratap Triloka Pendidikan yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara.

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam dalam pengambilan keputusan dalam lingkungan sekolah pada dasarnya hanya karena pemahaman paradigma yang berbeda, dibutuhkan penyamaan persepsi untuk bisa berjalan beriringan, semua demi kebutuhan murid, sehingga tugas kita sebagai guru penggerak untuk berbagi ilmu dengan rekan sejawat agar rekan-rekan guru juga bisa memahami tentang merdeka belajar yang nantinya diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat yang berdampak pada murid. Mungkin memang tidak mudah, dan akan ada kendala pastinya, namun pendidik harus mampu memberi teladan dan juga membangun kemauan serta memberi dorongan demi terciptanya murid merdeka yang memiliki profil pelajar pancasila.

 

Kesimpulan:

Guru adalah pemimpin pembelajaran, penerapan nilai-nilai pendidik yang mengedepankan kebutuhan murid, penerapan budaya positif, pembelajaran diferensiasi, proses coaching serta proses pengambilan keputusan yang tepat adalah bagian dari proses mewujudkan murid merdeka. Keputusan yang tepat akan membantu murid hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri, memiliki kemandirian dan motivasi intrinsik yang tinggi.

Murid merdeka yang bebas belajar sesuai bakatnya, berinovasi dan berkolaborasi dengan penanaman budaya positif di lingkungan sekolah. Sehingga akan terbentuk murid berprofil pancasila yang bertaqwa, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, gotong royong, bernalar kritis dan berkebhinnekaan global. Untuk Mewujudkan itu semua, dibutuhkan Kolaborasi Stakeholder untuk menjalankan visinya, agar sinergitas tercipta dan saling menguatkan untuk mewujudkan visi. Kepala Sekolah sebagai pemimpin manajemen dan pengambil keputusan, rekan guru, dan tokoh masyarakat harus saling bekerjasama dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang nyaman dan berpihak pada murid.

 

 

Cerita Bersinergi (Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital)

Cerita BERSINERGI Sahabat Teknologi  Fitriani, S.Pd., M.Pd SMAN 13 Bone Haiii sahabat merdeka belajar di mana pun berada, salam dan bahagia....