Cerita Praktik Baik Inovasi Pembelajaran memanfaatkan platform teknologi
“ Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan TPACK dan strategi Diferensiasi untuk pembelajaran biologi yang bermakna dan menyenangkan”
Sahabat Teknologi Sulawesi Selatan 2023
Guru SMAN 13 Bone
Sahabat merdeka belajar, artikel kali ini saya akan menceritakan praktik baik inovasi pembelajaran yang saya lakukan di kelas dalam pembelajaran kurikulum merdeka. Pembelajaran abad ke-21 bertujuan untuk mempersiapkan generasi ini dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses dalam masyarakat yang terus berubah dan bergerak dengan cepat. Seiring waktu, akan menjadi semakin penting untuk terus mengintegrasikan teknologi, kolaborasi, dan keterampilan berpikir kritis dalam pendidikan untuk memenuhi kebutuhan Generasi Z dan generasi mendatang. Perkembangan pada pembelajaran digital bukan saja jenis teknologinya, tetapi juga fungsi dan hal lain terkait sistem seperti cara mendesain pembelajaran. Sebab kebutuhan belajar akan terus mengalami perubahan, seiring perkembangan zaman. Maka disinilah peran guru sangat penting dalam proses pembelajaran.
Sebagai guru saya menginginkan pembelajaran interaktif, kolaboratif, kontekstual, kaya akan sumber belajar dan bisa memenuhi kebutuhan murid berdasarkan gaya belajarnya. Saya berharap murid mampu menjalani aktivitas pembelajaran mandiri yang kontekstual sebagai bagian dari pengembangan pribadi, mampu memahami dan menggunakan berbagai media komunikasi untuk menyampaikan berbagai gagasan dan melaksanakan aktivitas kolaborasi serta interaksi dengan berbagai pihak. Namun pada kenyataannya saya mendapati murid yang kurang interaktif, suasana kelas terasa pasif, sunyi yang artinya terjadi satu arah, jika diberikan tugas kelompok hanya beberapa yang mengerjakan, selain itu mereka juga sangat kurang yang berminat dalam mencari informasi terkait pembelajaran. Saya kemudian merefleksi apa yang salah dalam proses pembelajaran ini?. Saya harus memikirkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Apalagi terkait pembelajaran biologi, saya tertantang untuk mencari cara membelajarkan murid yang bisa menyentuh kehidupan sehari-hari mereka.
Sekolah saya termasuk sekolah besar dengan jumlah murid seribuan, letaknya di pusat kota, dengan karakteristik murid yang beragam. Mereka sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi, namun cenderung menyerap informasi dengan berlebihan dan belum bisa memaksimalkan teknologi dalam pembelajaran. Selain itu saya melihat belum terbiasa dengan belajar kolaboratif, masih kurang sumber belajar, pun jika ada mereka tidak tertarik dalam mencari informasi. Murid sulit untuk berkonsentrasi juga menjadi tantangan dalam pembelajaran.
Berdasarkan situasi dan tantangan yang saya hadapi, saya lalu mencoba menyusun inovasi pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa, mendorong kolaboratif dengan pembelajaran yang berpusat pada murid dan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupannya dan pada akhirnya akan tercipta pembelajaran yang bermakna serta menyenangkan. Adapun inovasi pembelajaran yang saya lakukan saya beri judul “Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan TPACK dan strategi diferensiasi untuk pembelajaran biologi yang bermakna dan menyenangkan”
Menurut Blanchard (2001), pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning), adalah suatu pembelajaran yang berusaha mengaitkan isi pembelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa agar membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan model ini pembelajaran akan lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Dengan pembelajaran kontekstual diyakini siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran dengan gambaran yang lebih konkrit, pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupannya dan pada akhirnya akan tercipta pembelajaran yang bermakna serta menyenangkan.
Sebagai guru, kita harus memiliki keterampilan mempersiapkan, melaksanakan, mengelola dan mengevaluasi pembelajaran digital sesuai dengan keadaan dan kebutuhan murid kita. Ada pendekatan atau kerangka kerja yang dapat digunakan guru sebagai acuannya yaitu TPACK atau Technological Pedagogical and Content Knowledge. Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) merupakan pendekatan pembelajaran yang sangat relevan di masa pembelajaran saat ini. Hal ini, karena pendekatan TPACK memadukan aspek pengetahuan (Knowledge/K), cara membelajarkan (Pedagogy/P), penguasaan materi pembelajaran sesuai bidang (Content/C) dengan TIK (Technology/T). Penerapan TPACK dalam Pembelajaran Digital Guru berperan sebagai fasilitator dan pengelola pembelajaran dengan menerapkan kemampuan pedagogis, teknologis, dan penguasaan substansi (konten) yang harus memadai. Pendekatan TPACK merupakan pendekatan pembelajaran yang memadukan antara materi, pedagogi dan teknologi. Pendekatan TPACK dapat diintegrasikan dengan model pembelajaran yang dapat melatih peserta didik untuk menemukan pengetahuan baru secara mandiri namun tetap mendapat bimbingan guru.
Lalu apa Hubungan dengan pembelajaran Diferensiasi?ada tiga jenis pilihan strategi dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi, yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk. Ketika digabungkan dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, penggunaan platform digital dapat menghasilkan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan efektif.
Adapun langkah konkrit yang saya lakukan; Menyiapkan Platform Digital, merencanakan Pembelajaran kontekstual, menerapkan pembelajaran dengan Pendekatan TPACK dan Strategi Diferensiasi. Saya menyiapkan media pembelajaran digital yang memungkinkan murid bisa belajar kolaboratif dan menyediakan sumber belajar yang bervariasi untuk mengakomodir profil belajar murid yang beragam. Saya merancang strategi pedagogik dengan pembelajaran yang berpusat pada murid yang menyenangkan.
Di awal pembelajaran, menyapa murid kemudian berdoa. Untuk memecahkan suasana tegang dan kaku di dalam kelas, saya memberikan ice breaking. Dilanjutkan dengan motivasi dan apersepsi dengan memperlihatkan produk makanan dan minuman yang merupakan hasil dari produk bioteknologi konvensional yaitu nata de coco, roti, yoghurt. Kemudian memberikan pertanyaan pemantik. Nah untuk menjawab rasa penasaran murid, mereka akan mengeksplorasi pemahaman mereka dengan mencari sumber belajar yang relevan, disinilah saya memberikan link multimedia interaktif yang telah saya buat dengan menggunakan Canva. Dalam multimedia tersebut, dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, pertanyaan pemantik, sumber belajar berupa flipbook dan link artikel, video materi, quiz dengan aplikasi quizizz, LKPD, game edukasi wordwall, dan link padlet untuk pengumpulan tugas.
Untuk mengakomodir pembelajaran kolaboratif, murid bekerja dalam kelompok, supaya pembelajaran tidak monoton, maka pembentukan kelompok dilakukan dengan cara bermain, yaitu sambil menyanyikan lagu “kalau kau suka hati”, pembentukan kelompok saya lakukan secara random. Setelah terbentuk kelompok, mereka diarahkan untuk membuka link multimedia interaktif, untuk mencari sumber belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya. Yang senang membaca mereka bisa membuka flipbook, dan yang audio visual mereka bisa menonton video materi. Sambil mengarahkan murid bekerja dalam kelompok mengerjakan LKPD, saya memberikan bimbingan dan penjelasan jika ada hal yang mereka tanyakan. Setelah menyelesaikan LKPD, kami melakukan elaborasi pemahaman dengan meminta perwakilan kelompok menjelaskan apa yang telah mereka kerjakan pada LKPD. LKPD yang kami berikan ada yang berbasis kertas yang mereka kerjakan pada saat dalam kelas, dan ada juga LKPD yang mereka dapat kerjakan secara kolaboratif di google dokumen yang dapat mereka akses dalam multimedia interaktif.
Murid dalam kelompok akan mempraktekkan pembuatan minuman dan makanan menggunakan bioteknologi konvensional supaya mereka bisa memiliki pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pengerjaannya murid diminta membuat vlog pembuatan bioteknologi konvensional tersebut dan mengirimkannya melalui link padlet yang sudah disematkan di dalam link multimedia interaktif. Di Akhir pembelajaran, saya meminta murid untuk melakukan refleksi secara tertulis pada kertas sticky note, hal ini untuk mengetahui seberapa efektif pembelajaran yang saya lakukan. Dan untuk mengetahui seberapa paham murid terhadap materi, mereka bisa mengerjakan quiz yang mereka kerjakan menggunakan paltform quizizz, latihan soal ini mereka bisa kerjakan secara berulang sampai mereka benar-benar paham. Dengan quizizz karena soalnya berbasis gamifikasi dengan tipe soal yang beragam,jadi mereka tidak merasa sedang mengerjakan soal, tapi mereka belajar sambil bermain.
Pelajaran yang saya dapatkan dengan menerapkan strategi ini adalah pembelajaran lebih interaktif dan kolaboratif, pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan, teknologi yang membelajarkan. Tak ada murid yang tidak bekerja yang biasanya kalau menggunakan metode ceramah, banyak yang tidak bisa konsentrasi. Dengan hadirnya multimedia interaktif ini semua murid bekerja secara kolaboratif yang sangat nampak pembelajaran berpusat pada murid, mereka juga dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dengan mempraktekkan di rumah bersama teman kelompok dan membuat vlog. Mereka menyenangi ini karena diberikan kesempatan untuk membuat video. Dengan diferensiasi konten yang kami berikan melalui beragam sumber belajar memudahkan murid belajar sesuai dengan profil belajarnya.
Itulah cerita praktik baik saya dalam menerapkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Dengan memaksimalkan teknologi dan pemahaman pedagogik serta konten knowledge yang ada, pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan. Mari terus berinovasi, mulai dari hal kecil dan sederhana untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid yang bermakna dan menyenangkan.
Untuk melihat Vlog praktik baik dan berbagi, Klik Disini
Klik disini untuk mengakses link MPI
Baca Juga Cerita berbagi praktik baik Saya disini
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar





.png)
.png)







